dr. Surya W Giri, Sp.Ak, CHt

Akupunktur medik merupakan cabang ilmu kedokteran fisik yang memanfaatkan pengetahuan dan tehnik rangsang akupunktur, yang sudah teruji secara ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah yang terstandarisasi (Evidence Based Medicine) dan pada penerapan klinisnya, cabang spesialisasi kedokteran ini mencakup upaya promotif, preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), rehabilitatif serta paliatif.

Secara umum, stimulasi pada titik akupunktur tertentu akan menginisiasi cell signaling system yang cukup kompleks dan melibatkan sistem fascia, hormon, saraf, peredaran darah dan imunitas. Salah satu manfaat nyata dalam terapi akupunktur ini adalah berkurangnya penggunaan obat kimia sehingga kejadian polifarmasi dapat ditekan. 

Dibawah ini diulas secara garis besar mengenai apa saja lingkup masalah kesehatan yang dapat dibantu dengan akupunktur medik. Selain untuk mengobati penyakit, akupunktur medik juga bisa digunakan untuk pencegahan primer/sekunder bagi orang yang sehat dan untuk estetika seperti wajah dan slimming (wellness dan anti aging therapy). Sebagai informasi tambahan, berbagai kasus yang pernah ditangani dan pengalaman dari rekan rekan yang terbantu dapat juga diakses melalui link instagram @suryawitantragiri (klik disini) dan  google review (klik disini). Untuk menghubungi dr Surya dapat dibuka di halaman kontak (klik disini)

 

Ruang Lingkup Akupuntur Medik Terpadu meliputi :

(monoterapi ataupun kolaborasi dengan disiplin ilmu kedokteran lainnya)

1.Muskuloskeletal 

Frozen Shoulder (kekakuan dan nyeri bahu), cervical syndrome (nyeri leher), torticolis, low back pain (nyeri pinggang bawah), osteartritis genu (nyeri lutut), fibromyalgia, achilles tendinitis, tennis elbow (nyeri siku), dll…

2.Gastrointestinal

Dispepsia (Maag kronis/nyeri lambung), GERD (Gastro-Esophageal-Reflux Disease), Nausea/Vomitus (mual muntah) dan Hiccup (cegukan), Irritable Bowel Syndrome, Haemorrhoid (ambaien), konstipasi (sembelit), dll…

3.Respirasi/Pernapasan

Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Bronkitis, Tonsilitis, dll..

4.Neurologi/Persarafan

Pain management (berbagai kondisi nyeri), vertigo, migraine,  Ischialgia, Hernia Nucleus Pulposus/HNP (saraf terjepit), Intercostal neuralgia, Lateral Femoral Cutaneus neuritis, post traumatic syndrome, trigeminal neuralgia, Bell’s Palsy, Facial Tics, Hemiparesis Pasca Stroke, dyspagia (gangguan menelan),  Tremor, Multiple Sclerosis, Alzheimer’s Disease, Epilepsi, dll…

5.Kardiovaskuler

Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, Aritmia, dll…

6. Ginekologi

Dismenorrhea, nyeri endometriosis/adenomiosis, sindroma klimakterik, dll

7.Urogenital

Disfungsi ereksi, ejakulasi dini, inkontinensia urin, prostatitis, BPH (pembesaran prostat), Leuokorrhea (keputihan), dysparunia (nyeri saat koitus), dll…

8.Metabolik- ImmunoEndokrin

Obesitas (kegemukan), Diabetes, Alergi, gangguan tiroid, penyakit autoimun, gangguan kekentalan darah dll… 

9.Mata dan THT

Glaukoma,bhleparospasm, retinopati, tonsilitis, tinitus (telinga berdenging), sinusitis, rhinitis alergika, dll…

10.Neuropsikiatri 

Kecemasan, Insomnia, Depresi, dll...

11.Geriatri (Berbagai Problem kesahatan yang muncul pada usia lanjut)

Akupunktur medik pada pasien usia lanjut banyak ditujukan untuk mengurangi polifarmasi atau terlalu banyaknya obat yang dikonsumsi, dikarenakan berbagai masalah kesehatan yang sering muncul bersamaan pada orang tua. Kompleksitas kondisi penyakit dan kinerja organ dalam yang cenderung sudah menurun membuat interaksi obat dan efek samping obat berdampak lebih kuat pada orang tua.

12. Pediatri / Anak-Anak

Ketidakseimbangan imun dan hormonal akhir-akhir ini cukup sering terjadi pada usia anak-anak. Pola aktifitas, makanan dan polusi seringkali menjadi akar masalah. Pandemi COVID 19 juga membawa dampak yang cukup serius pada beberapa anak yang cukup rentan secara imunologis. Akupunktur Medik banyak digunakan pada berbagai problem kesehatan anak-anak meliputi alergi imunologi, gangguan saluran cerna, ADHD/autism, gangguan wicara dan tumbuh kembang , enuresis (ngompol), obesitas, dll...

 

Painless Japanese Style Needling Method

Terkadang banyak orang tertarik dengan akunpunktur namun mengurungkan niatnya karena takut jarum atau takut nyeri. Metode penjaruman yang berasal dari jepang ini memberikan solusi akupunktur yang nyaman dengan nyeri yang sangat minimal. Seni penjaruman ala jepang ini memiliki ciri khas sebagai berikut :

  • Ukuran jarum lebih kecil dan lebih tajam sehingga lebih lembut dan tidak sakit
  • Jarum hanya masuk sedikit dibawah permukaan kulit terluar sehingga tidak menusuk terlalu dalam (1-2 mm dibawah kulit)
  • Melakukan sentuhan/pijatan halus sebelum penusukan jarum agar lebih akurat dalam menemukan reactive point
  • Menggunakan tabung pemandu (guide tube) untuk menghindari manipulasi jarum berlebihan
  • Sering dikombinasikan dengan teknik moxibustion (penghangatan dengan moxa)

 

Dosis Akupunktur

Frekuensi terapi akupuntur juga menentukan keberhasilan terapi suatu penyakit. Jumlah jarum yang digunakan juga tergantung dari berat-ringannya penyakit serta konsitusi tubuh seseorang. Terapi dapat dilakukan 1-2 kali per minggu atau bahkan setiap hari. 

dr. Surya W Giri, Sp.Ak, CHt

Modalitas terapi Akupunktur Medik untuk berbagai kondisi kesehatan saat ini terus berkembang.

  • Manual acupuncture menggunakan jarum filiformis yang sangat halus (terbuat dari bahan stainless stell)
  • Acupressure melakukan stimulasi pada titik akupunktur menggunakan teknik penekanan 
  • Sonopuncture menggunakan ultrasound untuk menstimulasi titik akupunktur 
  • Aquapuncture menggunkan cairan yang diinjeksikan ke titik akupunktur tertentu
  • Laser acupunture menggunakan teknologi laser untuk melakukukan biostimulasi titik akupunktur. Ultimate painless / terapi akupunktur bebas nyeri

Akupunktur untuk kesehatan dapat dilakukan untuk berbagai usia mulai bayi, anak-anak, dewasa hingga orang tua. Tidak hanya untuk orang sakit, akupunktur juga dilakukan untuk orang yang sehat untuk tetap menjaga daya tahan tubuhnya dan kesehatannya. Pada masa pandemi, akupunktur sangatlah berperan untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh seseorang.